Kebakaran di Ujung Desa




Kebakaran! Kebakarang! Salah seorang meneriaki api yang telah menyambar rumah Risa. Orang-orang berhamburan membawa air seadanya ke arah rumah sahabatku itu. Aku tengah merengsek lewat dapur untuk mencari Risa. Dan Aku hanya bisa mendengar suaranya minta tolong. "Tolong Budi! Aku terjebak di kamar!"
Rumah Risa yang terpencil di pinggir desa dekat kaki bukit itu belum terbakar sepenuhnya. Rumah yang terbuat dari kayu itu terkena api akibat pembakaran lahan kebun di samping rumahnya. Syukurnya orang2 sudah banyak yang datang membawa air, sambil menunggu mobil pemadam datang.
Risa, teman sekolahku itu, tinggal hanya berdua bersama neneknya yang tua dan jompo. "Budi, keluarkan aku dan nenekku dari kamar ini." Saya hampir tidak bisa melihat hanya bisa mencoba terus masuk menuju suara
Aku mendobrak pintu. Aku melihat tubuh perempuan remaja sudah terjebak di bawah ranjang bersama nenek Ijah seperti tak bernyawa. Melihat itu aku seperti melihat adikku sendiri. Bergegas aku membawanya ke luar kamar sambil minta tolong. Seoarang pria membantu mengyelamatkan nek ijah.
Tapi tiba-tiba kepalku terbentur benda keras dan berat yang menimpaku. Setangah tubuhku terjepit. Tubuh Risa terlepas dari pangkuanku.
Aku tidak bisa bernapas. Dadaku sesak. Jiwaku hampir melayang. Hatiku terus ingat untuk memuji Tuhan, Allahu Akbar, tolonglah aku. Hindarkan aku dari kebinasaan.
Tiba-tiba sosok tangan kuat menggenggam kerah bajuku erat. Dia adalah pak Kades. Dan satu lagi seorang lelaki yang turut mengangkat papan balok yang menimpaku. Dan mereku juga berhasil menyelamatkan Risa.
Tubuhku dipapah keluar dengan cepat. Dan sesaat setelah itu, mobil pemadam kebarakan tiba dan memadamkan api.
"Jangan membuka lahan dengan membakar lagi." Ini adalah peringatan keras dari kepala desa. Beliau juga mengatakan akan melaporkan ke pemilik lahan di samping Rumah Risa ke Polisi untuk diproses secara hukum.
"Untunglah Risa dan nek Ijah selamat" Kepala Desa memutup pidato arahan di siang yang terik itu.

Pembelajaran apa yang didapat dari cerpen ini,   secara sosial silakan anda gali, tetapi bagi penulis pemula mungkin berguna kerena struktur suatu cerpen sudah terpenuhi, silakan disimak.

No comments:

Post a Comment